Trading dan Investasi
ad1
Iklan Gratis
Istri Minta Penetrasi Ganda Dengan Pak Gun 2
Piool.com - Laki-laki di depanku ini tampaknya memang orang yang lugu. Ia sama sekali tak risih bertelanjang di depan orang lain. Menurutku wajahnya biasa saja, tapi cukup menarik. Tubuhnya cukup kekar, padat, berkulit gelap dan lumayan berbulu, khas orang daerah sini. Kutaksir umurnya sekitar empat puluhan.
Aku sesekali mencuri pandang ke arah bagian vitalnya yang menggantung dan sesekali bergoyang-goyang karena gerakan tangannya ketika menggosok badan.
Aku bingung, apakah akan tetap berdiri terus di situ, sampai dia selesai mandi; atau pamitan dan kembali ke warung Pak Tua. Aku takut disangka tidak sopan tapi aku juga tak mau rugi dengan kesempatan langka seperti ini.
“Bapak dari mana?” tegurannya akhirnya membuatku memutuskan untuk tetap bertahan di situ.
“Saya dari Jakarta Pak, ada apa?” sahutku singkat, tapi berusaha menjalin percakapan.
“Oh iya!, saya baru ingat! Bapak ‘kan yang dulu pernah ke sini,” ia setengah berteriak seolah menemukan sesuatu yang hilang.
“Ya betul, saya yang dulu melakukan penelitian dengan orang-orang di sini” kataku menegaskan. Ia mengangguk-angguk sendiri sambil tertawa lebar.
Akhirnya kami terlibat dalam obrolan-obrolan ringan. Ia kemudian mempersilakan aku untuk duduk di batu karang besar yang banyak terdapat di gubug itu. Katanya ia masih lama, karena akan mencuci pakaiannya sekalian, yaitu satu stel baju, kaos dan celana panjang. Rupanya ia menginginkan aku tetap berada di situ.
“Batu-batu itu biasanya dipakai untuk tempat mencuci pakaian,” katanya sambil menunjuk beberapa batu setinggi satu meteran, termasuk batu yang sedang kududuki. Saat ini batu-batu itu tampak kering karena sedang tak dipakai. Ia sendiri menggunakan batu cucian yang terdekat dengan tempatnya mandi tadi. Di sini tampaknya orang mencuci pakaian sambil berdiri dan menggosok serta memukul-mukulkan cucian pada karang yang bagian atasnya sudah diratakan.
“Bapak biasa mencuci pakaian sendiri?” tanyaku agak heran
Ia tertawa, tapi terdengar agak hambar, “Istri dan anak saya pulang ke Bitung, ke rumah orang tuanya..”
“Ooo..” kataku sambil mengamati gerakan tubuhnya dari samping.
Ia mencuci dengan tubuh masih dalam keadaan telanjang. Tak kulihat ia membawa handuk atau sejenisnya. Tampaknya ia sengaja membiarkan tubuhnya kering dengan sendirinya. Tadi dalam kondisi basah tak terlihat bahwa laki-laki itu ternyata berambut keriting. Demikian pula dengan bulu-bulu di bagian-bagian tubuhnya. Bulu itu terlihat melingkar-lingkar lucu di sekitar dada dan bagian bawah pusarnya. Sedangkan yang ada di sekitar kemaluannya terlihat lebih kasar, rimbun bagai semak belukar. Batangnya tak terlalu panjang (mungkin karena sedang lemas) tetapi kelihatan pejal dan gemuk. ‘Helm’nya termasuk berukuran besar. Bahkan sepertinya terbesar dari yang pernah kulihat.
Artikel Terkait
Di mataku tubuhnya tampak lebih sexy dipandang dari arah samping. Karena dengan posisi berdiri setengah membungkuk, paha dan bongkahan pantatnya terlihat lebih gempal dan padat. Sementara batang kemaluannya terus berayun-ayun bagai lonceng sapi seiring dengan gerakan tangannya ketika mencuci pakaian. Wajib baca!

No comments :
Post a Comment
Leave A Comment...